Banyak calon ibu yang begitu khawatir akan dampak Sindrom Baby Blues. Sindrom yang juga sering disebut sebagai depresi pasca melahirkan atau postpartum depression (PPD) ini apa memang sangat menakutkan dan berakibat fatal? Mari kita bahas di bawah ini.

Dikutip dari tirto.id, beberapa tahun belakangan banyak kejadian yang kurang menyenangkan akibat Sindrom Baby Blues. Salah satunya adalah kasus pembunuhan bayi berusia 3 bulan oleh ibu kandungan sendiri yang mengalami depresi pasca melahirkan. Ibu tersebut mengklaim bahwa ia mendapatkan bisikan gaib untuk membunuh anaknya dan ia juga mengaku belum siap memiliki anak. Halusinasi dan ketidaksiapan menjalani hari-harinya sebagai ibu inilah tergolong Sindrom Baby Blues.

Ada beberapa hal yang menyebabkan ibu mengalami sindrom pasca melahirkan ini, berikut yang kami rangkum dari popmama.com.

Penyebab Sindrom Baby Blues

  1. Kelelahan merawat bayi yang baru lahir
  2. Payudara membengkak dan menyakitkan
  3. Adaptasi yang keras
  4. Hormon menurun
  5. Perubahan drastis pada bentuh tubuh

Selain itu, dikutip dari HealthLine, ada sindrom pasca melahirkan dibagi ke dalam 3 jenis, berikut detailnya:

  1. Postpartum Blues/Baby Blues. Pada sindrom ini biasanya ibu mengalami perasaan sedih, cemas, sering manangis sendirian. Ini terjadi pada ibu yang baru beberapa hari atau seminggu melahirkan.
  2. Depresi Paspersalinan. Gejalanya hamper sama dengan postpartum, hanya saja sindrom ini bisa bertahan hingga satu tahun.
  3. Psikosis Pascapersalinan. Gejalanya adalah halusinasi, disorientasi, paranoian atau keinginan menyakiti bayi. Sindrom ini memang jarang terjadi, namun sangat berakibat fatal jika memang ada ibu yang mengalaminya dan tentu saja butuh penanganan serius.

Cara Mengatasi Sindrom Pasca Melahirkan

Sindrom Baby Blues dan sindrom pasca melahirkan lainnya dapat diatasi dengan beberapa alternatif, seperti melakukan pengobatan atau datang ke psikoterapi atau kombinasi keduanya. Namun yang paling penting dari semua itu adalah dukungan penuh dari suami, keluarga, dan lingkungan sekitar. Keluarga terutama suami wajib paham akan kondisi istri yang baru melahirkan. Dampingi istri dan buah hati di setiap kesempatan, hibur istri jika merasa sedih dan tertekan, jadwalkan untuk bergantian menjaga bayi agar istri bisa istirahat dengan cukup, bantu pekerjaan rumah, dan lain-lainnya.

Bagaimana? Cukup bermanfaatkan? Semangat untuk para ibu dan suami!

Jangan lupa baca artikel lainnya ya https://sipetek.id/persiapan-persalinan-normal/